Tingkatkan Minat Baca Peserta Didik: Perpustakaan MAN Ende Gelar Kegiatan Library Goes To Class

Tingkatkan Minat Baca Peserta Didik: Perpustakaan MAN Ende Gelar Kegiatan Library Goes To Class

Untuk mengenalkan berbagai terobosan dan program-program unggulan perpustakaan MAN Ende serta meningkatkan minat baca bagi para peserta didik, Perpustakaan MAN Ende menggelar kegiatan Library Goes To Class yang dimulai pada tanggal 25 Agustus 2025 s/d 20 September 2025.  

Kepada kontributor media ini, Kepala Perpustakaan MAN Ende, Safitri Sukmadewi menjelaskan tujuan dilaksanakannya kegiatan Library Goes To Class. “Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah: Pertama, untuk mengenalkan berbagai terobosan dan program-program unggulan Perpustakaan MAN Ende; Kedua, untuk meningkatkan minat baca bagi para peserta didik; Ketiga, untuk mendekatkan pelayanan kepada peserta didik,” urai Dewi, Jumat (29/8/2025) di ruang kerjanya.

Dewi kemudian menjelaskan jenis-jenis buku yang dapat dibaca pada pelaksanaan kegiatan yang digelar olehnya bersama ketiga staffnya. “Karena pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dipagi hari maka saya dan ketiga staf saya yakni: ibu Fitri Rodja, pak Ali dan ibu Mitha bersepakat untuk menyediakan jenis-jenis  buku seperti: buku biografi, roman, cerita pendek, buku referensi dan buku agama. Kami menghindari buku-buku eksakta yang banyak rumus sehingga otak peserta didik lebih fresh,” terang Dewi.   

Diakhir wawancara, Dewi mengungkapkan jangka waktu program yang dilaksanakan dan jumlah peserta didik yang dilibatkan. “Jumlah rombongan belajar yang ada di MAN Ende saat ini ada 33 kelas maka estimasi jangka waktu program yang  dilaksanakan berkisar dari tanggal 25 Agustus 2025 s/d 20 September 2025 dengan jumlah peserta didik yang dilibatkan sebanyak  60 orang atau dua kelas setiap pagi,” jelas Dewi.

Ditempat yang terpisah, Kepala MAN Ende, H. Tahrun Thalib menjelaskan manfaat program  Library Goes To Class bagi peserta didik. “Manfaat program Library Goes To Class yang dilaksanakan oleh perpustakaan MAN Ende adalah untuk meningkatkan minat dan kecintaan siswa terhadap budaya membaca, memperluas wawasan di luar materi kelas, menumbuhkan kebiasaan belajar mandiri, serta mengembangkan keterampilan literasi seperti berpikir kritis dan mencari informasi secara efektif,” urai H. Tahrun. 

Tahrun mengungkapkan bahwa program ini juga menjadikan perpustakaan sebagai pusat belajar yang inspiratif dan menyenangkan, tidak hanya sebagai tempat menyimpan buku, sehingga membantu siswa memahami dan memanfaatkan sumber belajar yang ada di sekolah.

Pewarta berita: Zulkasim Achmad Jenggo

Fotografer: Dewi/Fitri/Mitha

Share: